"Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan rencana ini beberapa waktu lalu. Kami, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya punya harapan dan tujuan sama agar Dolly secara bertahap dapat ditutup," kata Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Senin (25/10/2010) di Surabaya.
Menurut Saifullah, Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya menekan jumlah pekerja seks komersial (PSK) Dolly dengan mendata setiap tahun dan melarang masuknya PSK baru ke Dolly. Namun, upaya pemberantasan praktik prostitusi juga perlu dilakukan kepada para pelanggan alias lelaki hidung belang yang datang ke Dolly, salah satunya dengan memasang kamera CCTV.
"Kamera CCTV nantinya akan dipasang di tempat-tempat rahasia pada setiap wisma. Dengan demikian, dapat terdeteksi siapa saja yang sering berkunjung ke Dolly," tambah Saifullah.
Jika disetujui, Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga siap mengucurkan dana untuk pelatihan dan pembinaan para PSK. Dengan mendapat keterampilan khusus, para PSK bisa memiliki pekerjaan baru. Diperkirakan, upaya penutupan Dolly secara bertahap baru akan terlaksana dalam waktu antara tiga hingga empat tahun ke depan.
sumber Share on Facebook
Saat melaporkan kejadian itu ke Polsek Prabumulih Timur, Senin sekitar pukul 09.00, Dj menuturkan awal mula kejadian itu. Awalnya, dia berniat mengantarkan MM, kekasihnya pulang ke rumah usai dijemput dari tempatnya bekerja. Dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hijau, mereka melintas di TKP. Tiba-tiba muncul empat orang pelaku yang keluar dari dalam hutan karet. Keempatnya lalu menghadang laju kendaraan dan menyergap keduanya. Salah satu pelaku mengeluarkan senpi dari balik baju dan menodongkannya ke DJ. Korban yang ketakutan lalu digiring ke dalam hutan. Para pelaku lalu mengambil barang-barang milik korban berupa ponsel serta uang. Tak puas hanya mengambil harta korbannya, para pelaku lalu iseng memaksa kedua korban melucuti pakaiannya. DJ sempat menolak saat pelaku memaksa keduanya beradegan intim. Namun, ketika salah satu pelaku mengancam akan memerkosa pacarnya, DJ tak dapat berkutik.”Terpaksa daripada pacarku digagahi,” ujarnya dengan wajah masih tampak syok.Para pelaku yang berhasil mengancam kedua korban lalu menonton dan merekam adegan itu menggunakan kamera ponsel milik korban. Setelah puas melihat kedua sejoli itu beradegan mesum para pelaku lalu melepaskannya. Karena takut keduanya pulang ke rumah DJ. Setelah menceritakan kejadian yang baru menimpanya kepada pihak keluarga, keduanya lalu melapor ke pihak berwajib.Kapolres Prabumulih AKBP Mirzal Alwi SIk melalui Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Akagani SH didampingi Kanit Reskrim Aiptu Siswanto mengatakan, petugas sempat membawa kedua korban ke lokasi kejadian untuk mencari barang bukti dan jejak yang ditinggalkan pelaku. “Ciri-cirinya sudah kita ketahui berdasarkan keterangan kedua korban,” katanya.window.fbAsyncInit = function() {FB.init({appId : '121747617873069',status : true, // check login statuscookie : true, // enable cookies to allow the server to access the sessionxfbml : true // parse XFBML});};(function() {var e = document.createElement('script');e.src = document.location.protocol + '//connect.facebook.net/en_US/all.js';e.async = true;document.getElementById('fb-root').appendChild(e);}());